• Redaksi
  • Kirim Tulisan
Sunday, August 31, 2025
  • Login
Hipotesa
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis
No Result
View All Result
Hipotesa
No Result
View All Result
Home Berita

Kondisi Memprihatinkan di Pandeglang: Rumah Tak Layak Huni Tanpa Bantuan Pemerintah

Redaksi Hipotesa.id by Redaksi Hipotesa.id
December 14, 2024
in Berita, hipotesa.id, Pemerintahan
0
102
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pandeglang, hipotesa.id – Pasutri SUHAYA (43) dan Armaenah (37) Warga Kampung Karawang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, tinggal di rumahnya reyot/lapuk bahkan sudah miring sangat tidak layak di huni.

Kondisi rumah yang tidak layak huni milik Armaenah
Pasangan suami istri tersebut bukan tak ingin merehab rumah mereka, namun keadaan ekonomi yang sulit memaksa mereka harus bertahan hidup dengan kondisi rumah yang tidak layak huni.

Baca Juga

Tidar Kota Cilegon Gelar Tunas, Tiyandi: Komitmen Perjuangan Politik dan Sosial

August 31, 2025

Tingkatkan Kreativitas Warga, Karang Taruna Desa Batukuda Gelar Beragama Perlombaan di HUT RI ke-80

August 18, 2025

Dari pengakuan Armaenah, hingga kini mereka belum menerima bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang ataupun dari pemerintah provinsi Banten.

Pantauan di lokasi, terlihat rumah dengan kondisi memprihatinkan di isi oleh 6 orang berikut anaknya. Atap yang bocor berlantai tanah di musim hujan membuat penghuni kesulitan, tidak memiliki fasilitas MCK, kondisi Rumah sudah miring sehingga di khawatirkan roboh.

Armaenah mengaku sedih dengan kondisi rumahnya yang jauh dari kata layak. Ia mengaku saat ini memiliki empat orang anak dan masih bersekolah, sementara untuk mencukupi kebutuhannya ia mengaku berjualan keliling di pantai sedangkan suaminya buruh tani.

“Rumah saya berisi enam orang. Sedih rasanya, tinggal di rumah seperti ini apalagi di musim hujan dan angin seperti ini hampir tiap malam saya ngungsi di rumah tetangga, ucapnya.

Armaenah berharap suatu hari nanti rumahnya bisa diperbaiki agar layak. Kondisi saat hujan sering membuat seluruh bagian rumah basah, termasuk pakaian dan buku anak-anak.
Dia menempati rumah tersebut sudah Belasan tahun.

“Pengajuan bantuan sudah sering kami lakukan, baik melalui pemerintah Desa ke dinas terkait juga ke BAZNAS provinsi Banten setahun yang lalu hingga saat ini belum ada, imbuhnya.

Lanjutnya Tapi saya pasrah saja, semua rezeki sudah diatur Allah. Semoga suatu saat bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” lanjutnya.

“Bukannya kami tidak mau untuk memperbaiki rumah, namun dikarenakan terbentur oleh biaya, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga kami merasa kesulitan,” katanya. Jum’at (13/12/2024).

“Untuk sementara ini kami sekeluarga mengungsi ke rumah kerabat karena terdekat mengingat cuaca ekstrim, karena rumah yang kami tempati mengintip roboh apa lagi beberapa bagian sudut rumah sudah pada rusak seperti bagian tiang sudah sendeng sehingga tidak membuat nyaman keluarga, kalau tanahnya milik kami pak ada SPPTnya juga” terangnya.

Kapolsek Carita Iptu Toerip Tasega saat mengakui konfirmasi, bahwa ada salah satu rumah di wilayah kerjanya, saat ini kondisinya sangat memprihatikan seperti terlihat pada bagian dalam rumah yang mencapai sebanyak enam orang tersebut masih beralaskan lantai tanah.

“Saat saya mendatangi rumah tersebut terlihat hampir mau roboh karena termakan usia, karena rumahnya terbuat dari kayu dan untuk bagian dinding menggunakan bilik, pemilik rumah atas nama Suhaya (43) saat ini sebagai pekerja buruh harian lepas, jadi penghasilannya mengandalkan upah dari hasil buruh, rumah itu sangat tidak layak di huni khawatir menimbulkan korban” ungkapnya.

Supriadi Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menyatakan, dengan adanya permasalahan sosial terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, hal tersebut sebagai kelalaian Pemerintah dalam menginventarisir rumah warga yang tidak layak huni.

“Ini bukti kelalaian terhadap pemerintah dalam pendataan RTLH, karena setiap tahun bantuan tersebut selalu ada melalui OPD terkait. Harusnya dalam melakukan penyaluran program RTLH tersebut skala prioritas dan tepat sasaran,” paparnya.

Lebih lanjut, Ketua KPPC Kecamatan Carita yang akrab disapa Frengky mengatakan, bahkan warganya sendiri sudah mengajukan permohonan bantuan tetapi tidak ada tanggapan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang. Hal ini membuktikan ketidakberpihakan pemerintah terhadap masyarakat miskin, sehingga kesenjangan sosial sangat terlihat jelas.

“Harusnya Pemda Pandeglang hadir pada masyarakat terutama rakyat yang membutuhkan, seperti yang terjadi pada keluarga Suhaya (43), karena beliau sangat layak untuk dibantu, kondisi karena rumahnya saat ini sudah tidak layak untuk ditempati,” tandasnya.(Red/Fadli)

Previous Post

Polda Banten Hadiri Penyerahan DIPA dan TKD Tahun Anggaran 2025 di Pendopo Gubernur Banten

Next Post

Mahasiswa Untirta Angkat Budaya Ruwatan Laut dalam Gelar Ujian Akhir Karya

Related Posts

Berita

Tidar Kota Cilegon Gelar Tunas, Tiyandi: Komitmen Perjuangan Politik dan Sosial

August 31, 2025
Berita

Tingkatkan Kreativitas Warga, Karang Taruna Desa Batukuda Gelar Beragama Perlombaan di HUT RI ke-80

August 18, 2025
Berita

Tb Rizky Andika Kritisi Kinerja PT Krakatau Steel, Minta Negara Lakukan Perbaikan Signifikan

August 16, 2025
Berita

Warga Zona Kent Taman Krakatau Gelar Peringatan HUT RI ke-80 dengan Meriah

August 16, 2025
Berita

DPD KNPI Cilegon Gelar Konsolidasi Upaya Jaga Persatuan dan Kesatuan Pemuda Mahasiswa

August 7, 2025
Berita

DPD KNPI Cilegon Gelar Fun Football Sebagai Ajang Silaturahmi di HUT KNPI ke-52

July 25, 2025
Next Post

Mahasiswa Untirta Angkat Budaya Ruwatan Laut dalam Gelar Ujian Akhir Karya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rame Banget!

  • Tidar Kota Cilegon Gelar Tunas, Tiyandi: Komitmen Perjuangan Politik dan Sosial

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Ekspedisi Kemanusiaan, Dinsos Kota Serang Bagikan Sembako

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Lima Gaya Bercinta Ala Kamasutra

    45 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Banyak Permintaan, Sekolah Filsafat Averroes Kembali Buka Extension Course Epistemologi Islam

    74 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Hidup Tanpa Cinta: Sebuah Kehancuran atau Keindahan

    21 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
© 2022 Hipotesa - Diproduksi by hipotesa.

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In