Banten, hipotesa.id – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Banten menggelar Rapat Pleno IV yang menetapkan perubahan susunan kepengurusan atau reshuffle sebagai langkah memperkuat soliditas dan konsolidasi organisasi di tingkat wilayah, Sabtu (30/8/2025).
Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Banten Johan Arifin Muba menyampaikan bahwa reshuffle kepengurusan ini adalah langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan dinamika organisasi sekaligus menjawab kebutuhan kaderisasi. Menurutnya, penyegaran struktur kepengurusan menjadi penting agar roda organisasi tetap bergerak selaras dengan tujuan besar Pemuda Pancasila.
“Reshuffle ini bukan sekadar pergantian posisi. Ini adalah upaya memperkuat struktur organisasi di tubuh MPW Pemuda Pancasila Banten,” ujarnya dalam rapat di Sekretariat MPW Pemuda Pancasila Provinsi Banten, Kota Serang.
Dalam rapat pleno tersebut, beberapa posisi penting mengalami perubahan, sementara kader-kader muda mendapatkan ruang lebih besar untuk terlibat aktif. Langkah ini menjadi bagian dari regenerasi organisasi sekaligus menghadirkan energi baru di setiap lini kepengurusan.
Menurutnya, perubahan ini juga diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal dan mendorong terciptanya program-program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap kader yang diberikan amanah benar-benar siap bekerja, hadir di tengah masyarakat, dan mampu mengharumkan nama Pemuda Pancasila. Dengan semangat baru ini, kita ingin membangun Banten yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Banten Kian Maulana, menyatakan bahwa dirinya menyambut positif reshuffle ini karena memberi kesempatan bagi kader muda untuk menunjukkan kapasitasnya. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong antarpengurus dalam menjalankan setiap program organisasi. “Kita harus bekerja bersama-sama, saling mendukung, dan memastikan setiap kegiatan yang kita lakukan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dirinya menambahkan bahwa proses penyegaran kepengurusan bukan hanya tentang pergantian nama, tetapi lebih kepada menghadirkan ide-ide segar dan inovasi dalam menjalankan program kerja. Ia berharap kader-kader yang baru diberi amanah bisa membawa dinamika positif dan mampu menjadi teladan di masyarakat.
“Kita ingin setiap langkah kita membawa perubahan yang nyata, membangun Banten lebih maju, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila,” imbuhnya.