Cilegon,hipotesa.id – Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) mengagendakan program Purnama Budaya, sebuah diskusi kebudayaan bulanan yang akan dilaksanakan setiap tanggal 15 di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon. Program ini dirancang sebagai upaya menghidupkan fungsi Rumah Dinas sebagai cagar budaya yang aktif, produktif, dan kolaboratif.
Sekretaris FORWARD, Arise Firdaus, menegaskan bahwa Purnama Budaya lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya ruang diskusi yang berkelanjutan dan inklusif.
“Rumah Dinas Wali Kota memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat. Melalui Purnama Budaya, kami ingin menjadikannya bukan sekadar identitas, tetapi ruang hidup bagi pertukaran gagasan, kolaborasi lintas keilmuan, dan penguatan ekosistem kebudayaan,” ujar Arise.
Ia menambahkan, diskusi bulanan ini akan membuka ruang dialog yang membumi, kritis, dan relevan dengan persoalan kebudayaan serta dinamika sosial kontemporer.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menyambut baik inisiatif FORWARD dan menilai Purnama Budaya sejalan dengan semangat pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.
“Cagar budaya tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus dihidupkan melalui aktivitas intelektual dan kebudayaan. Gagasan FORWARD ini penting untuk menjadikan Rumah Dinas sebagai ruang pertemuan ide dan kolaborasi kebudayaan,” kata Ayatullah.
Selain Purnama Budaya, FORWARD juga berencana mengambil peran strategis dalam Pekan Kebudayaan Daerah yang akan digelar selama sepekan pada bulan Oktober, bertepatan dengan bulan kelahiran FORWARD. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang perayaan sekaligus refleksi kebudayaan daerah.
FORWARD juga menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam menyambut dan menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, sebagai bagian dari komitmen memperkuat peran jurnalisme kebudayaan di tingkat regional dan nasional.
Melalui agenda-agenda tersebut, FORWARD menegaskan posisinya sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin yang menghadirkan kebudayaan sebagai fondasi berpikir, bersikap, dan membangun peradaban. (FORWARD)









