• Redaksi
  • Kirim Tulisan
Friday, April 24, 2026
  • Login
Hipotesa
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis
No Result
View All Result
Hipotesa
No Result
View All Result
Home Berita

Catatan Merah Untuk Pemkab Lebak

Redaksi by Redaksi
February 5, 2021
in Berita, Pemerintahan
0
103
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lebak – Momentum hari jadinya yang ke 56 tahun, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Komisariat UIN SMH Banten, memberikan hadiah berupa catatan merah untuk Pemerintah Kabupaten Lebak. Hadirnya organisasi gerakan mahasiswa ini tak lepas dari situasi dan kondisi yang terjadi di Kabupaten Lebak.

Baca Juga

Syaefudin Pimpin Karataker KNPI Banten, Serukan Konsolidasi Besar Jelang Musda

March 13, 2026

Sah! Ahmad Aflahul Aziz Terpilih Nahkodai Karang Taruna Kota Cilegon

March 3, 2026

Eksistensi yang ditampilkan KUMALA kerap menuai perhatian publik. Terlebih isu yang disuarakan berupa persoalan-persoalan yang dinilai telah melakukan ketimpangan terhadap rakyat Kabupaten Lebak.

Untuk mengenang kelahiranya, KUMALA Komisariat UIN Banten menggelar aksi demonstrasi di depan halaman Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Jumat (5/2/2021)

Meraka mengungkapkan, periode kedua pemerintah Bupati dan Wakil Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya – Ade Sumardi disimpulkan masih jauh dari kata berhasil. Menurut mereka di usia Kabupaten Lebak yang sudah 192 tahun sudah sepantasnya baik dalam memberikan jaminan kesejahtraan untuk rakyat.

Kholid Fauzi, selaku Kordinator aksi mengatakan bahwa, pelayanan publik yang di berikan oleh Pemkab Lebak tidak sama sekali memihak kepada rakyat. Mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur jalan, kesehatan,  dan juga beberapa persoalan lainnya.

Dari rilis yang di berikan kepada wartawan Hasil Kunjungan Kerja Spesifik di Kabupaten Lebak,  Komisi X DPR RI menemukan fakta bahwa Kabupaten Lebak kekurangan 4.698 guru, juga masih ada daerah blankspot dan kekurangan sarana komputer.

“Aspek pendidikan Kabupaten Lebak masih kekurangan tenaga pendidik baik SD maupun SMP. Kabupaten Lebak juga masih ada daerah blankspot dan kekurangan sarana komputer” ungkap Kholid saat di wawancara

Tidak cukup dari aspek pendidikan, dari segi kesehatan, hasil riset daerah (Risda) per Februari 2020 jumlah penderita stunting di kabupaten Lebak, sangatlah tinggi sekira 40 persen atau 38 ribu dari 94.851 anak usia di bawah lima tahun menderita stunting.

“Angka kasus Stunting di Kabupaten Lebak sangatlah tinggi. Jelas hal ini sangat memperhatinkan untuk keberlangsungan anak di masa depan” ujarnya

Selain itu, jalan sebagai sarana transportasi rakyat guna kebelangsungan aktivitas sehari-hari. Luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Lebak

“Dari sektor Infrastruktur Jalan
Masih banyak akses jalan rusak dan berlubang, di beberapa contoh ibu hamil di tandu sarung akibat akses jalan rusak parah. Kecamatan Sobang juga akrab di sebut jalan seribu lubang” ungkapnya

Kemudian persoalan kemiskinan, tercatat sebesar 107.930 warga kabupaten Lebak masuk dalam kategori miskin.

“Tingginya tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak harus menjadi prioritas utama. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan” tambahnya

Selanjutnya Ade Firman Selaku Ketua KUMALA Komisariat UIN Banten juga menambahkan di sektor pertanian, praktik korupsi di sektor pangan membuat tujuan untuk mencapai kemakmuran lambat tercapai.

“Panjangnya rangkaian kerja bantuan pupuk dan subsidi, tentu akan begitu besar terjadi praktik tindakan korupsi. Program bantuan anggaranpun haruslah di berikan kepada petani yang memang benar membutuhkan” terang Ade Firman

Disisi kemanusiaan, bahwa setiap orang yang terkena bencana berhak untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar, memperoleh ganti kerugian karena terkena bencana.

“Sudah satu tahu lebih, tak ada jaminan kepastian kapan hunian tetap di dirikan, dan rakyat korban bencana seperti di biarkan sengsara begitu saja” ujar Ade

Lalu perosoalan temuan BPK. Dalam dokumen yang diunggah BPK RI pada website resmi BPK disebutkan, sepanjang 6 tahun terakhir, BPK merekomendasikan temuan senilai Rp 46.295.297.154 miliar. Hingga semester I 2019, Pemkab Lebak belum menyelesaikan temuan BPK senilai Rp 6,2 miliar.

“Kami menuntut Pemkab dan DPRD Lebak untuk segera menyampaikan ke publik bagaimana tindaklanjut atas temuan tersebut” tambahnya

Masih dari keteragan masa aksi, Rizal Setiawan Selaku Pengurus KUMALA Komisariat UIN Memaparkan, aksi ini kami lakukan selama 5 hari, hanya untuk menyampaikan persoalan rakyat, sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintahan hari ini dan sebagai bentuk rasa syukur kami menyambut hari jadi KUMALA ke 56 tahun

“Aksi refleksi ini kami lakukan selama 5 hari berturut-turut dan di lokasi yang berbeda-beda. Hal ini kami lakukan semata-mata ialah untuk memberikan catatan buruk terhadap pemerintah  yang tidak hadir di tengah situasi krisis rakyat dan rasa syukur kami menyambut hari jadi KUMALA yang ke 56”. Ungkap Rizal yang di ketahui selaku Pengurus Organisasi dan Kadernisasi KUMALA Komisariat UIN Banten

Pantauan di lokasi, sekitar 09.00 WIB mereka mulai melakukan kegiatan unjuk rasa, masa aksi di ketahui berjumlah 12 orang. Selain membentangkan spanduk, mereka juga melakukan Aksi teatrikal dan tampak menuliskan sebuah kata “Sistem” dijalanan dengan kapur tulis.

Adapun tuntutan yang disuarakan oleh KUMALA Komisariat UIN SMH Banten diantaranya:

1. Tingkatkan dan perbanyak tenaga pendidik yang berkualitas

2. Wujudkan pemerataan kesehatan di pelosok pedesaan

3. Sejahtrakan petani pedesaan

4. Entaskan kemiskinan

5. Perbaiki jalan rusak untuk kemudahan hidup rakyat

6. Pemerintah harus sigap dalam menanggulangi bencana

7. Bangun segera rumah layak huni untuk korban bencana tanpa syarat

8. Usut tuntas temuan BPK

(B_S)

Tags: KUMALALebakPemkab
Previous Post

LPM SiGMA Jaring Mahasiswa Menjadi Jurnalis Kampus

Next Post

KNPI Kecamatan Citangkil Versi Najmuddin Gelar Muscam

Related Posts

Berita

Syaefudin Pimpin Karataker KNPI Banten, Serukan Konsolidasi Besar Jelang Musda

March 13, 2026
Berita

Sah! Ahmad Aflahul Aziz Terpilih Nahkodai Karang Taruna Kota Cilegon

March 3, 2026
Berita

PJ KaDes Samparwadi Lakukan Safari Ramadan dengan Tarling (Tarawih Keliling)

February 26, 2026
Berita

Soal Kasus Viral 5T, Aktivis Muda Desak Polda Banten Klarifikasi Status Hukum Ketua HIPMI Cilegon

February 14, 2026
Berita

Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Proyek Bang Andra, Warga Kampung Nambo Geruduk KP3B Tuntut Tanggung Jawab Gubernur dan Kontraktor

January 8, 2026
Berita

Kombes Sigit Haryono Jabat Dirreskrimum Polda NTT, Bawa Pengalaman Eks Penyidik KPK

January 7, 2026
Next Post

KNPI Kecamatan Citangkil Versi Najmuddin Gelar Muscam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rame Banget!

  • Immanuel Kant, Akal Murni dan Kita

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Haura Al-Insiyyah Tokoh Feminisme dari Islam

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • JAM Center Indonesia dan Pemuda Pancasila Gagas Ekonomi Kerakyatan Modern Berbasis Desa

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pantai Mandalika Berok Anyer: Liburan Murah, Fasilitas Lengkap

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Menarik! Ajang Buka Bersama KNPI Cilegon Diisi Soft Launching Buku Pemuda Paripurna

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
© 2022 Hipotesa - Diproduksi by hipotesa.

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In