• Redaksi
  • Kirim Tulisan
Thursday, February 19, 2026
  • Login
Hipotesa
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis
No Result
View All Result
Hipotesa
No Result
View All Result
Home Berita

Tradisi Unik Warga Rayakan Iduladha

Redaksi by Redaksi
July 21, 2021
in Berita
0
52
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pandeglang, hipotesa.id – Meskipun ditengah situasi pandemi virus Covid-19, tak sedikitpun menyurutkan semangat warga di Indonesia untuk tetap merayakan hari raya Iduladha 1442 H. Selasa (20/7/21).

Pandemi virus Covid-19, tentunya membuat kondisi menjadi darurat. Imbasanya, di beberapa daerah di Indonesia, tidak dapat merayakan hari raya Iduladha seperti biasanya. Hal itu dikarenakan adanya upaya dari pemerintah berupa himbauan untuk merayakan hari raya Iduladha dirumah saja.

Baca Juga

Soal Kasus Viral 5T, Aktivis Muda Desak Polda Banten Klarifikasi Status Hukum Ketua HIPMI Cilegon

February 14, 2026

Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Proyek Bang Andra, Warga Kampung Nambo Geruduk KP3B Tuntut Tanggung Jawab Gubernur dan Kontraktor

January 8, 2026

Mengingat akan hal itu, kebiasaan yang dilakukan setiap daerah untuk memeriahkan perayaan Idhuladha pasti ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Akan tetapi, bukan Negara Indonesia rasanya, jika tidak mempunyai sebuah tradisi yang dianggap unik untuk proses pemotongan hewan.

Salah satunya daerah Kampung Sompok, Desa Kramat Jaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Keunikan itu tersaji saat hendak menyembelih hewan kurban.

Tradisi yang dilakukan ketika hewan ingin disembelih yakni, yang pertama hewan kurban ini dibedaki, diberi lipstik, diberikan minyak rambut, sampai hewan kurban itu diberikan cermin untuk mengaca.

Tokoh masyarakat Abah Arma menuturkan, jika hewan kurban berjenis kelamin wanita, akan didandani dengan cara diberikan bedak, lipstik Dan alat kecantikan lainnya. Akan tetapi sebaliknya, jika laki-laki, maka akan dipakaikan minyak rambut lalu disisir dengan rapi.

“Hal tersebut dilakukan atas dasar semata-mata menggambarkan si yang kurbannya”, ujarnya.

Setelah itu, tradisi yang kedua yakni hewan kurban ini jika diperuntukkan untuk wanita, maka hewan ini diberikan sepahan untuk giginya, jika diperuntukkan untuk laki-laki maka akan diberikan rokok, sambil diberikan kemenyan saat hewan kurban akan disembelih.

“Hal tersebut diberikan karena kebiasaan orang dulu kalau wanita mah nyepah, kalau laki-laki biasanya merokok, nah kalo diberikan kemenyan itu bentuk dari penghadang darah supaya tidak muncrat ke saksi,” jelas Abah Arna.

Tradisi yang terakhir, kepala hewan itu dililitkan benang dan diberikan kain kafan di punggungnya, sambil dibakarkan kemenyan di hadapannya.

“Kalau kepalanya diikat tujuannya itu supaya hewan kurban ini bisa dikendalikan nantinya, dan diberikan kain kafan itu supaya suci hatinya yang memberikan kurban ini,” terang abah.

Hal tersebut dibenarkan adanya dan selalu dilestarikan karena itu merupakan peninggalan dari nenek moyang mereka terdahulu. Tapi banyak dari kalangan masyarakat yang sudah mulai memahami bahwa hal tersebut tidak menimbulkan manfaat apapun.

“Tapi, hal tersebut adalah tradisi peninggalan nenek moyang terdahulu, jadi memang harus dilestarikan. Kalau ditanya hukumnya memang gak ada, cuma dari kalangan para ustadz dan para tokoh membiarkan hak tersebut, yang terpenting tujuannya tidak menyimpang,” tutup abah.

Mengenai akan hal itu, ustad iman, tokoh agama setempat berbicara terkait tradisi kurban yang ada di kampungnya, ia mengatakan bahwa hal itu adalah sebuah tradisi (adat) dimana masyarakat masih ingin melestarikan.

“Yang masih ingin memakai silahkan yang tidak pun gak masalah, dan hal tersebut pun tidak membatalkan kurban, karena tujuannya tidak menyimpang,” jelas iman.

Reporter: Jawier
Editor: Birin

 

Tags: BudayaIduladhaPandeglangSosial dan KebudayaanWARGA
Previous Post

Sah, Pemerintah Ketok Palu Soal Perpanjang PPKM Darurat

Next Post

Perbedaan PPKM Level 3 dan 4

Related Posts

Berita

Soal Kasus Viral 5T, Aktivis Muda Desak Polda Banten Klarifikasi Status Hukum Ketua HIPMI Cilegon

February 14, 2026
Berita

Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Proyek Bang Andra, Warga Kampung Nambo Geruduk KP3B Tuntut Tanggung Jawab Gubernur dan Kontraktor

January 8, 2026
Berita

Kombes Sigit Haryono Jabat Dirreskrimum Polda NTT, Bawa Pengalaman Eks Penyidik KPK

January 7, 2026
Berita

Dukungan Total Suporter untuk Kemenangan Adhyaksa FC Taklukan Garudayaksa di Laga Lanjutan Liga 2 Indonesia

January 6, 2026
Berita

FORWARD Agendakan Purnama Budaya, Diskusi Bulanan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon

December 30, 2025
Berita

PMII Mengecam Keras Sikap Arogan Ketua DPD KNPI Kota Cilegon

December 9, 2025
Next Post

Perbedaan PPKM Level 3 dan 4

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rame Banget!

  • Forum Wartawan Malingping Isi HPN Dengan Ziarah Ke Tokoh Jurnalis di Lebak

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Pengukuhan Pengurus dan Pengawas Primkokas Periode 2025-2028: Wujudkan Koperasi yang Lebih Baik

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kendala Finansial Menjadi Faktor Banyaknya Anak-anak yang Putus Sekolah

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Alun-alun Kota Cilegon Dibuka, Perkumpulan Pedagang Kota Cilegon Keluhkan Sepinya Pembeli

    34 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Walikota Cilegon Resmikan Stadion Gelora Lima Oktober Ciwandan

    10 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
© 2022 Hipotesa - Diproduksi by hipotesa.

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In