• Redaksi
  • Kirim Tulisan
Saturday, January 24, 2026
  • Login
Hipotesa
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis
No Result
View All Result
Hipotesa
No Result
View All Result
Home Berita

Direktur Eksekutif ALIPP Dilaporkan Ke Polda Banten

Redaksi by Redaksi
June 11, 2021
in Berita
0
23
SHARES
854
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Serang, hipotesa.id – Para kiyai pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) asal Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang, melaporkan Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada, ke Polda Banten lantaran membuat tuduhan terkait keberadaan 46 pondok pesantren penerima hibah di wilayah tersebut sebagai Ponpes fiktif.

Pimpinan pondok pesantren Madarijul Ulum Pabuaran, KH. Adnan mengatakan, tuduhan yang disampaikan oleh Uday Suhada terkait adanya Ponpes fiktif di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang itu, membuat para pengasuh Ponpes tidak terima lantaran pondok pesantren yang mereka asuh ada santri dan para kiyai serta Kobongnya.

Baca Juga

Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Proyek Bang Andra, Warga Kampung Nambo Geruduk KP3B Tuntut Tanggung Jawab Gubernur dan Kontraktor

January 8, 2026

Kombes Sigit Haryono Jabat Dirreskrimum Polda NTT, Bawa Pengalaman Eks Penyidik KPK

January 7, 2026

“Jadi, yang difiktifkan itu, para kiyai nya ada, santrinya ada, kobongnya ada, kok difiktifkan? Apa para kiyai ini dianggap kuntilanak sama si Uday itu?,” tegasnya. Kamis, (10/6/2021)

KH. Adnan menyatakan, ada sebanyak 28 Ponpes di Kecamatan Pabuaran, serta 18 Ponpes di Kecamatan Padarincang, yang dianggap fiktif.

“Pondok salafi itu kan kadang santrinya pulang, kadang lagi nyolatin jenazah, ya namanya kobong salafi kan begitu,” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Pimpinan pondok pesantren Al-Muhajirin Padarincang, KH. Juher. Ia mengatakan, langkah investigasi yang dilakukan Direktur Eksekutif ALLIP tersebut tidak tepat, lantaran tidak pernah menyambangi langsung keberadaan Ponpes, baik yang ada di Pabuaran maupun di Padarincang.

“Uday kan berbicara pernah investigasi, memeriksa keberadaan Ponpes, tapi selama ini saya sebagai pimpinan Ponpes yang ada di Padarincang belum pernah bertemu dengan Uday,” katanya

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada mengatakan, investigasi yang dilakukan berdasarkan dari data  penerima hibah yang dikeluarkan oleh Biro Kesra Pemprov Banten yang diduga fiktif. Mestinya pihak Pemprov sebagai penyalur Hibah 2020 yang dipertanyakan.

“Ya, dasar investigasi saya adalah data Ponpes yang dikeluarkan Biro Kesra Pemprov, yang diduga fiktif,” Ujar Uday Saat dikonfirmasi hipotesa.id

Pegiat Anti Korupsi yang akrab disapa Ka Uday menuturkan, yang dikatakan Ponpes fiktif tersebut hasil dari investigasi melalui data yang ada di Biro Kesra Pemprov Banten.

“Jadi bukan ponpes para Pelapor yang memang ada wujudnya itu. Karena itu saya malah bingung, kapan saya menyebut bahwa Ponpes mereka itu fiktif? Sebab yang saya sebut fiktif itu bukan Ponpes mereka,” tuturnya

Uday menambahkan, dalam keterangan pers yang digelar oleh Kejati Banten usai menetapkan para tersangka, Kepala Kajati Banten Asep Nana Mulyana menyebutkan ada dua motif dalam kasus ponpes ini, pertama Ponpes Fiktif dan Pungli.

“Kalau data yang saya bawa ke Kejati itu fiktif, kenapa ada 5 tersangka yang ditetapkan oleh Kejati Banten? Dalam keterangan persnya usai penetapan para tersangka, Pak Kajati Asep Nana Mulyana juga menyebutkan ada dua motif, pertama Ponpes Fiktif dan Pungli,” paparnya

Uday juga menyampaikan, sebagai warga negara yang tunduk pada aturan hukum yang berlaku, ia siap pertanggungjawaban.

“Saya akan pertanggungjawaban dan menaati aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya

Reporter: Uqel El Satire
Esitor: Birin Sinichi

Tags: BeritaHibahPonpes
Previous Post

Persoalan Parkir Komersil, Dishub Menang di Pengadilan

Next Post

Birokrat Cilegon dinilai Darurat Narkoba

Related Posts

Berita

Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Proyek Bang Andra, Warga Kampung Nambo Geruduk KP3B Tuntut Tanggung Jawab Gubernur dan Kontraktor

January 8, 2026
Berita

Kombes Sigit Haryono Jabat Dirreskrimum Polda NTT, Bawa Pengalaman Eks Penyidik KPK

January 7, 2026
Berita

Dukungan Total Suporter untuk Kemenangan Adhyaksa FC Taklukan Garudayaksa di Laga Lanjutan Liga 2 Indonesia

January 6, 2026
Berita

FORWARD Agendakan Purnama Budaya, Diskusi Bulanan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon

December 30, 2025
Berita

PMII Mengecam Keras Sikap Arogan Ketua DPD KNPI Kota Cilegon

December 9, 2025
Berita

Layangkan Kritik Keras, IMC Sebut Slogan “KNPI Satu” Hanya Omong Kosong

December 7, 2025
Next Post

Birokrat Cilegon dinilai Darurat Narkoba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rame Banget!

  • Dari Aktivisme ke Apatisme : Alarm bagi Budaya Politik Partisipatif

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Komandan Grup 1 Kopassus, Resmikan Museum Golok

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Lima Gaya Bercinta Ala Kamasutra

    45 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Bahas Soal Flaring PT Lotte Chemical, DPD KNPI Kota Cilegon Dorong Pemkot Pasang Stasiun Pemantau Udara

    111 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kontributor, Magang dan Kolaborasi hipotesa.id

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Redaksi
  • Kirim Tulisan
© 2022 Hipotesa - Diproduksi by hipotesa.

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Liputan Khusus
  • Opini
  • Tokoh Inspirasi
  • Islamika
  • Ekonomi dan Bisnis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In